Investasi properti dapat dikatakan sebagai salah satu investasi yang tidak ada matinya. Coba Anda kilas balik dari generasi ke generasi, investasi properti menjadi satu tolak ukur kesuksesan seseorang.

1. Harga Properti Hampir Selalu Meningkat

Properti baik dalam bentuk tanah atau sudah ada bangunan hampir selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Mengapa? Ini dikarenakan permintaan lebih banyak dibandingkan persediaan yang ada.

2. Investasi Jangka Panjang

Dibandingkan dengan deposito, emas atau investasi lain, properti mempunyai karakter yang tahan lama.Bisnis properti memiliki horison (jangka waktu) investasi rata-rata 3 – 5 tahun. Artinya, setelah 3 – 5 tahun perkembangan nilainya sudah cukup berarti untuk menghasilkan capital gain (selisih harga beli dan harga jual).

Dengan melihat peluang-peluang keuntungan dari investasi properti ini, sudah seharusnya kita memikirkan investasi yang tidak ada matinya ini. Terlebih apabila Anda bisa melihat daerah-daerah yang berpotensi mengalami perkembangan pesat dalam bidang ekonomi dan niaga. Daerah-daerah yang belum terjamah namun diprediksi akan berkembang dalam beberapa waktu bisa menjadi pilihan terbaik untuk investasi properti Anda.
3.Menjualnya di kemudian hari

Seperti yang telah disebutkan, salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan investasi properti adalah dengan menjualnya. Mengingat harganya yang selalu naik tajam dari waktu ke waktu menjadikan selisih harga properti Anda pun melambung tinggi.
4.Dijadikan jaminan pinjaman

Ada hal lain lagi yang paling menyenangkan dengan memiliki properti. Anda bisa memulai sebuah usaha lainnya dan mendapatkan modal. Kebanyakan bank pemberi kredit atau lembaga perkreditan lainnya memberikan prioritas pinjaman bagi mereka yang memiliki jaminan properti. Uang tersebut dapat diputar lagi dalam bentuk usaha lainnya ataupun jika Anda ingin berinvestasi lagi dengan menambah properti.
5.Potensi arus kas yang rutin

Selama Anda menunggu kenaikan harga properti, dalam masa tunggu itu dapat Anda manfaatkan dengan menyewakan properti anda agar arus kas stabil. Misalkan, properti rumah dengan harga 1.5 miliar, mungkin memiliki harga sewa sekitar 10 juta hingga 15 juta perbulan. Hasil sewa yang Anda dapatkan ini juga bisa untuk tambah-tambah melunasi hutang bank jika Anda pelakukan pinjaman kepada bank.
6.Dapat menggunakan modal pihak lain

Bank dapat memberikan pinjaman kepada Anda untuk membiayai properti yang ingin Anda dapatkan. Misalnya, Anda ingin membeli rumah dengan harga Rp. 500.000.000, Anda hanya perlu mengeluarkan dana 20% hingga 30% dari harga tersebut, sisanya dapat Anda peroleh dari pinjaman bank, dan rumah yang Anda beli tersebut akan menjadi jaminan kepada bank.
7. Harga Properti Hampir Selalu Meningkat

Properti baik dalam bentuk tanah atau sudah ada bangunan hampir selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Mengapa? Ini dikarenakan permintaan lebih banyak dibandingkan persediaan yang ada. Sementara itu, penduduk bumi semakin banyak dan mereka membutuhkan tempat tinggal / usaha. Bahkan, tahukah Anda bahwa kenaikan harga properti melebihi kenaikan inflasi. Oleh karena itu, tidak ada kata rugi membeli properti.

Tentu melakukan investasi properti juga tidak sembarangan. Jalan satu-satunya bukan hanya dengan menjual di masa mendatang dan mendapatkan harga selisihnya. Anda dapat mendapatkan keuntungan tak terduga dengan melakukan investasi property.
Sumber :  .mas-software.com, blogdetik, ukm